MAKALAH
SENI BUDAYA
KRIYA
MURNI

Disusun Oleh :
Nama : Muh. Adha
Kelas : XI IPA 4 (D)
SMA NEGERI 1 DOMPU
TAHUN AJARAN 2014-2015
A. Pengertian
Seni Rupa
Seni rupa adalah cabang seni yang membentuk karya seni dengan media yang bisa
ditangkap mata dan dirasakan dengan rabaan. Kesan ini diciptakan dengan
mengolah konsep garis, bidang, bentuk, volume, warna, tekstur, dan pencahayaan
dengan acuan estetika.
B. Cabang – Cabang Seni
Rupa
Seni rupa dibagi menjadi tiga cabang
yaitu:
1. Seni
rupa murni
Seni rupa murni adalah
seni yang tercipta bebas tanpa mempertimbangkan segi fungsi dan kegunaannya
tetapi lebih mengutamakan fungsi keindahan. Contoh karya seni rupa murni,
yaitu:
· Seni lukis adalah karya
seni yang proses pembuatannya dilakukan dengan memulaskan berbagai warna pada
permukaan (penyangga) seperti kertas, kanvas, atau dinding.
· Seni kaligrafi adalah
seni menulis dengan indah dengan pena sebagai hiasan.
· Seni patung adalah
benda tiga dimensi karya manusia yang diakui secara khusus sebagai suatu karya
seni.
2. Desain
Desain adalah
merupakan pola rancangan yang menjadi dasar pembuatan suatu benda. Contoh aneka
macam desain, yaitu:
·
Desain arsitektur adalah seni dan ilmu dalam merancang bangunan. Dalam
artian yang lebih luas, arsitektur mencakup merancang dan membangun keseluruhan
lingkungan binaan, mulai dari level makro yaitu perencanaan kota, perancangan
perkotaan, arsitektur lansekap, hingga ke level mikro yaitu desain bangunan,
desain perabot dan desain produk.
·
·
Desain grafis adalah suatu bentuk komunikasi visual yang menggunakan gambar
untuk menyampaikan informasi atau pesan seefektif mungkin. Desain grafis dapat
merujuk kepada proses pembuatan, metoda merancang, produk yang dihasilkan
(rancangan). Seni desain grafis mencakup kemampuan kognitif dan keterampilan
visual, termasuk di dalamnya tipografi, ilustrasi, fotografi, pengolahan
gambar, dan lain-lain.
·
Desain industri adalah seni terapan dimana estetika dan usability
(kemudahan dalam menggunakan suatu barang) suatu barang disempurnakan. Desain
industri menghasilkan kreasi tentang bentuk, konfigurasi, atau komposisi garis
atau warna atau garis dan warna atau gabungannya, yang berbentuk 3 atau 2
dimensi, yang memberi kesan estetis, dapat dipakai untuk menghasilkan produk,
barang, komoditas industri atau kerajinan tangan. Sebuah karya desain dianggap
sebagai kekayaan intelektual karena merupakan hasil buah pikiran dan
kreatifitas dari pendesainnya, sehingga dilindungi hak ciptanya oleh pemerintah
melalui Undang-Undang No. 31 tahun 2000 tentang Desain Industri. Kriteria
desain industri adalah baru dan tidak melanggar agama, peraturan perundangan,
susila, dan ketertiban umum. Jangka waktu perindungan untuk desain industri
adalah 10 tahun.
·
Desain interior adalah merupakan sebuah profesi di bidang kreatif dengan
solusi teknik yang diterapkan kedalam struktur yang dibangun, untuk mencapai
lingkungan interiornya. Solusi ini fungsional, diantaranya untuk meningkatkan
kualitas kehidupan dan budaya penghuni serta memunculkan kesan estetika dalam
rumah yang menarik.
3. Kriya
·
Kriya adalah cabang seni yang menekankan pada keterampilan tangan yang
tinggi dalam proses pengerjaannya. Kriya dibagi menjadi beberapa bagian, yaitu:
·
Kriya tekstil adalah barang-barang yang dihasilkan dari proses menenun
barang-barang tekstil meliputi segala hal yang dibuat dengan cara ditenun dan
dirajut seperti kain, pakaian, perlengkapan rumah tangga dan lain-lain
·
Kriya kayu yaitu kerajinan yang menggunakan bahan dari kayu yang dikerjakan
atau dibentuk menggunakan tatah ukir kayu yang biasanya digunakan adalah kayu
jati, mahoni, waru, sawo, nangka dan lain-lain. Contohnya mebel, relief dan
lain-lain.
·
Kriya keramik adalah kerajinan yang menggunakan bahan baku dari tanah liat
yang melalui proses sedemikian rupa (dipijit, butsir, pilin, pembakaran dan
glasir) sehingga menghasilkan barang atau benda pakai dan benda hias yang
indah. Contohnya gerabah, piring dan lain-lain.
BAB II
A. Pengelompokan Seni Rupa
Berdasarkan tujuan
pembuatan karya seni rupa, kita mengenal adanya karya seni rupa sebagai
berikut:
1. Karya seni rupa yang
dibuat dengan tujuan religius
Karya-karya seni rupa
yang dibuat dengan tujuan ini ditunjukan sebagai bentuk pengabdian yang tulus
kepada aspek dan nilai religi yang dianut senimannya. Pada masyarakat paganisme
dahulu, karya-karya seni patung banyak dibuat sebagai bentuk pengabdian kepada
dewa-dewa yang dianut kaum tersebut.
2. Karya seni rupa yang
dibuat dengan tujuan magis
Karya seni rupa jenis
ini dibuat untuk menumbuhkan nuansa atau kesan magis (sihir). Pada masyarakat
primitif serta kelompok masyarakat yang menganut sekte tertentu, sering membuat
patung untuk tujuan seperti ini.
3. Karya seni rupa yang
dibuat dengan tujuan simbolis
Karya seni rupa jenis
ini dibuat sebagai perlambangan nilai-nilai yang dianut oleh suatu bangsa,
kelompok tertentu, atau organisasi. Bangsa Indonesia memiliki simbol yang
dikenal di mana-mana, yakni simbol burung garuda. Setiap organisasi, termasuk
sekolah, pemerintah kabupaten, dan sejenisnya memiliki logo tertentu yang
dijadikan simbol.
4. Karya seni rupa yang
dibuat dengan tujuan estetis
Karya seni rupa jenis
ini dibuat untuk memenuhi kebutuhan batin semata, yakni hanya dinikmati sebagai
karya seni secara utuh. Karya ini dibuat sebagai hiasan dan dekorasi.
5. Karya seni rupa yang
dibuat dengan tujuan komersial
Sesuai dengan
tujuannya, karya seni rupa jenis ini dibuat untuk menghasilkan uang. Artinya,
karya seni rupa yang dibuat diperjual belikan secara terbuka. Tujuan akhir dari
pembuatan karya seni rupa jenis ini adalah memperoleh keuntungan.
B. Unsur – Unsur Seni Rupa
Unsur-unsur seni rupa ada 6 sebagai
berikut:
1. Garis
Garis merupakan unsur
utama dalam karya seni rupa. Dalam ilmu matematika, garis didefinisikan sebagai
kumpulan titik yang berangkai. Bentuk garis ini bermacam-macam, ada garis
lurus, garis lengkung, garis patah-patah, garis terputus-putus.
Garis dapat juga
memberikan kesan watak tertentu sehingga dapat digunakan sebagai perlambangan.
Kesan watak dari garis ini misalnya:
· Garis tegak
melambangkan keagungan, kestabilan.
· Garis miring
mengingatkan pada kegoncangan, tidak stabil, gerak.
· Garis tegak, kuat,
terpatah-patah mengesankan kekuatan.
· Garis
halus,melengkung-lengkung berirama mengesankan kelembutan, kewanitaan.
2. Bidang
Bidang terbentuk dari
satu atau sekumpulan garis yang membentuk bidang tertutup. Bidang terbentuk
pula karena adanya perpotongan beberapa garis pada pangkalnya.
Garis-garis ini akan membentuk garis keliling yang saling berhubungan dan
bersambungan satu sama lain sehingga membentuk bidang.
Bidang dapat pula
dibentuk oleh goresan sesuatu yang berukuran besar seperti goresan kuas cat pada permukaan kanvas atau dinding.
3. Bentuk
Bentuk merupakan wujud
yang dibentuk oleh sekumpulan garis dan bidang. Bentuk ini terdiri atas dua
kelompok besar, yakni bentuk geometris dan bentuk organis.
· Bentuk geometris yaitu
bentuk-bentuk tertentu yang terukur dan dapat didefinisikan, seperti lingkaran,
bola, bujur sangkar, tabung, limas, dan sebagainya. Sering juga dikatakan
sebagai bentuk mutlak atau murni.
· Bentuk organis yaitu
bentuk alamiah yang sudah mengalami perkembangan, tidak lagi terukur dan sukar
didefinisikan, misalnya bentuk pohon, orang atau kuda.
4. Warna
Warna merupakan unsur
penting dalam seni rupa karena selain dapat menimbulkan kesan keindahan dan
menyenangkan, warna juga dapat memberi kesan bermacam-macam pada diri
sipemandang. Warna dapat memberikan kesan jauh dan dekat (perspektif), dapat
menimbulkan rasa sejuk, hangat dan yang lainnya. Selain itu, warna juga dapat
dijadikan perlambangan.
Secara teoritis,
warna-warna yang ada di alam ini dibangun oleh tiga warna pokok yang dinamakan
sebagai warna primer. Warna-warna primer ini terdiri atas warna magenta
(merah), cyan (biru), dan yellow (kuning). Percampuran antara warna-warna
primer akan menghasilkan warna-warna sekunder, warna tersier, dan seterusnya.
5. Komposisi
Secara sederhana, komposisi
dapat didefinisikan sebagai cara penempatan objek gambar secara serasi di atas
bidang gambar sehingga tidak menimbulkan kesan kaku, melelahkan, dan
membingungkan. Komposisi juga dapat diartikan sebagai tata susun yang
didasarkan kepada pertimbangan rasional, pertimbangan estetika, serta
nilai-nilai ekspresi senimannya.
Untuk membuat karya
seni yang baik, seorang pelukis perlu memahami kaidah-kaidah komposisi yang
terdiri atas kesatuan dan keserasian, keseimbangan, pusat perhatian, irama,
kontras dan proporsi.
6. Tekstur
Tekstur adalah kesan
halus atau kasarnya sesuatu permukaan benda. Pada sebuah gambar, tekstur
ini ditampilkan melalui teknik goresan alat gambar pada bidang gambar secara
khas. Benda yang terbuat dari kayu, logam, kaca atau gerabah, memiliki rasa
permukaan (tekstur) yang berbeda. Bagaimana menggambarkan kasarnya pot bunga
dari gerabah, halusnya poci keramik, dengan alat pensil misalnya, perlu dilatih
dan dipelajari.
Secara teoritis,
terdapat dua macam tekstur, yakni tekstur taktil dan tekstur visual. Tekstur
taktil adalah tekstur nyata yang dapat dirasakan dengan menyentuhnya. Misalnya:
tekstur kulit jeruk, cetakan embose, dan sebagainya. Tekstur visual adalah
tekstur pura-pura atau tekstur simulasi yang timbul akibat ilusi rangkaian
gambar.
karya seni rupa murni 3
dimensi Adalah cabang seni membentuk karya seni media bisa ditangkap mata
dirasakan rabaan. karya seni rupa terapan, dinikmati keindahannya. Seni rupa
murni karya seni dibuat berdasar ekspresi jiwa semata, pertimbangan tujuan
fungsi apapun sama .
I. pengertian seni rupa:
cabang seni yang membentuk karya seni dengan media yang bisa ditangkap mata
(visual) dan dirasakan dengan rabaan (tekstur).. 1. gagasan (ide) karya seni
rupa terapan. gagasan (ide) berkarya seni rupa meliputi gagasan awal dan akhir.
seni rupa terapan daerah setempat memiliki keunikan yang. 6. contoh seni rupa
terapan. di bawah ini beberapa contoh karya seni rupa terapan daerah indonesia:
6.1. arsitektur. candi borobudur merupakan salah satu karya seni.
Belajar berbagi tentang karya
seni rupa, lukisan, patung, drawing, digital art, ebooks, magazine, video
tutorials . Jika kita melihat karyakarya seni rupa berkembang pesat kian
beraneka ragam jenisnya terkadang membuat kita kesulitan menggolongkan
karyakarya seni rupa. Seni rupa zaman prasejarah hindu indonesia bersifat magis
religius. I. pengertian seni rupa: cabang seni membentuk karya seni media bisa
ditangkap mata (visual) dirasakan rabaan (tekstur).. 1. gagasan (ide) karya
seni rupa terapan. gagasan (ide) berkarya seni rupa meliputi gagasan awal akhir.
seni rupa terapan daerah setempat memiliki keunikan . 6. contoh seni rupa
terapan. bawah contoh karya seni rupa terapan daerah indonesia: 6.1.
arsitektur. candi borobudur salah satu karya seni.
1. ragam seni rupa murni
nusantara mancanegara. . seni lukis. seni lukis salah satu cabang seni rupa
murni berdimensi dua.. Belajar berbagi tentang karya seni rupa, lukisan,
patung, drawing, digital art, ebooks, magazine, video tutorials . Jika kita
melihat karyakarya seni rupa berkembang pesat kian beraneka ragam jenisnya
terkadang membuat kita kesulitan menggolongkan karyakarya seni rupa.
1. gagasan (ide) karya seni
rupa terapan. gagasan (ide) berkarya seni rupa meliputi gagasan awal akhir.
seni rupa terapan daerah setempat memiliki keunikan . 6. contoh seni rupa
terapan. bawah contoh karya seni rupa terapan daerah indonesia: 6.1.
arsitektur. candi borobudur salah satu karya seni.
Contoh Gambar KARYA SENI RUPA MURNI 3 DIMENSI
NUSANTARA
2. Hiasan Rumah




Seni Kriya Murni dan
Terapan
Seni Kriya
(handycraft) adalah karya seni yang dihasilkan manusia dengan menggunakan
keterampilan tangan. Seni kriya dibedakan menjadi 2, yaitu :
1. Seni
Kriya Murni
Seni Kriya Murni adalah
karya seni yang dibuat dengan keterampilan tangan yang mengutamakan nilai
estetika (keindahan). Fungsinya untuk hiasan, contohnya :
Lukisan adalah suatu
karya seni yang dibuat oleh pelukis untuk menggambarkan suatu objek dengan
mengutamakan nilai estetikanya. Lukisan-lukisan tertua berada di Chauvet Grotte di Perancis, diklaim oleh beberapa
sejarawan dari sekitar 32.000 tahun yang lalu. Lukisan itu diukir dan dicat
menggunakan oker merah dan pigmen hitam dan menampakan kuda, badak, singa,
kerbau, raksasa, desain abstrak dan sejenis sosok manusia mungkin parsial.
Mona Lisa, atau La Gioconda
(La Joconde), adalah lukisan
minyak di atas kayu poplar yang dibuat oleh Leonardo da Vinci pada abad ke-16. Lukisan ini sering dianggap sebagai
salah satu lukisan paling terkenal di dunia dan hanya sedikit karya seni lain
yang menjadi pusat perhatian, studi, mitologi, dan parodi. Lukisan ini dimiliki
oleh pemerintah Perancis dan dipamerkan
di Musée du Louvre di Paris.
2. Seni
Kriya Terapan
Seni Kriya Terapan
adalah karya seni yang dibuat dengan keterampilan tangan dengan mengutamakan
nilai fungsional ( fungsi). Seni ini sering digunakan untuk memenuhi kebutuhan
sehari-hari, contohnya :
Gerabah adalah seni
kriya yang dibuat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Gerabah menjadi salah
satu bentuk buah karya dan sekaligus tradisi nenek moyang turun-temurun yang
pernah ada dan sampai sekarang masih dipertahankan sebagai suatu keahlian
penduduk setempat yang telah diakui dunia. Dulu gerabah biasa digunakan untuk
menyimpan beras, garam dan bumbu-bumbuan disamping digunakan untuk tujuan
memasak. Berikut adalah gambar gerabah tertua di dunia yang ditemukan di
Jiangxi, Cina.
Membuat gerabah
sederhana saja tidak semudah orang-orang pikirkan karena membutuhkan proses
berliku dan lama. Berikut proses pembuatan gerabah :
1. Proses
Pencarian tanah liat
Butuh inspeksi yang
teliti untuk mendapatkan tanah liat terbaik yang sesuai dengan kualitas
standart. Tanah liat yang bagus tidak harus berasal dari desa penghasil gerabah
namun berasal dari desa terdekat. Tanah liat tidak serta merta langsung
digunakan tapi butuh ketelitian yang mendalam dan memastikan kalau tanah liat
tidak bercampur batu-batu kecil dan kotoran.
2. Proses
Pengeringan
Setelah inspeksi, tanah
liat dipotong-potong seperti kubus dan dijemur di bawah sinar matahari, butuh
sekitar 3 atau 4 hari. Bila potongan kubus-kubus tersebut sudah kering,
kemudian ditumbuk jadi seperti adonan tepung yang lembut dan disimpan sebelum
digunakan sebagai adonan. Yang paling menarik untuk disaksikan tidak ada
alat-alat modern yang mendukung dalam pembuatan gerabah, tapi lapisa-lapisan
tanah liat terus ditambahkan dari jumlah adonan asli sementara para pengrajin
gerabah memutar benda/alat yang digunakan sampai terbentuk benda yang
diinginkan, kendati bentuknya seperti sudah jadi namun sebenarnya belum selesai,
lalu ada juga pengrajin yang ditugaskan khusus untuk mendekorasi setelah itu
benda/pot yang dimaksudkan dibiarkan kering di tempat yang tidak terlalu banyak
kena sinar matahari.
3. Proses
Mempernis dengan minyak kelapa
Benda/pot yang sudah
dipernis adalah kombinasi minyak kelapa dan dibiarkan kering sebelum di
kerik/digosok dengan batu hitam atau alat-alat tradisisonal lainnya karena itu
permukaannya kelihatan mengkilat dan lagi dikeringkan diterik sinar matahari
dan itu butuh satu hari bahkan juga digosok halus di pertengahan siang hari
untuk menambah kilauannya.
4. Proses
Pembakaran
Benda/pot siap untuk
dibakar and dikumpulkan kedalam oven terbuka yang ditutupi jerami padi yang
dibakar selama lebih dari 4 jam dan temperature produksinya sekitar 400 sampai
800 derajat Celsius
5. Proses
Pewarnaan
Pekerjaan terakhir
adalah memilih warna yang tepat , bila warna merah tua yang dikehendaki
dilapisi dengan sari biji asam dan bila warna merah jentik yang dikehendaki,
cukup jentikkan dengan sekam.
Ada 3 desa penghasil
gerabah yang terkenal di Lombok, sebut saja Banyumulek di Lombok Barat, Penujak
di Lombok Tengah dan Penakak di Lombok Timur, masing-masing memiliki keunikan
serta ciri khas tersendiri.







